Jumat, 12 Februari 2010

FAKTA DAN DATA CONTOH RUQYAH SYIRIK

PENGERTIAN RUQYAH SYIRKIYYAH

Ruqyah Syirkiyyah ialah bacaan mantra-mantra, pengagungan dan penyebutan setan, orang-orang shalih, penghormatan pada bintang-bintang, malaikat atau pun prilaku-prilaku pada saat ruqyah yang mengandung dosa syirik, bid’ah, atau khurafat. Ruqyah semacam ini dilarang dalam syari’ah. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya mantra-mantra, jimat, dan guna-guna adalah syirik.” (HR.Abu Dawud dan Ahmad).

Ibu at-Tiin berkata,”Itulah ruqyah yang dilarang yang dipergunakan ma’zim dan lainnya, yaitu orang yang mengakui adanya penundukan jin untuknya. Selain itu ia juga mampu mendatangkan hal-hal yang syubhat yang merupakan kombinasi hak dan bathil, kemudian digabungkan dengan dzikir pada Allah dengan sesuatu yang meragukan (berupa latihan tenaga dalam atau bertapa diiringi dzikir pada Allah, puasa dan wirid ribuan kali untuk mendapatkan kemampuan ghoib dan lain sebagainya).”

PENYIMPANGAN DALAM PRAKTEK RUQYAH SYIRIK DEWASA INI

Adapun bentuk-bentuk penyimpangan dalam praktek ruqyah dewasa ini yang harus kita waspadai agar tidak tertipu dan malah ikut-ikutan tersesat adalah sebagai berikut:

1. Peruqyah memegang tubuh seorang yang bukan muhrimnya secara langsung hingga saling bersentuhan kulit tanpa ada perantara sedikitpun (tanpa memakai media kayu, atau sarung tangan yang tebal pada saat darurat yang menyebabkan peruqyah terpaksa menyentuh atau tersentuh tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung)

2. Peruqyah hanya mata pasien, tanpa membaca bacaan ruqyah.

3. Peruqyah hanya memijit-mijit badan pasien tanpa mengucapkan bacaan ruqyah.

4. Peruqyah hanya mencaci jin, dan enggan untuk membaca do’a- do’a Isti’adzah.

5. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi dicampur dengan bacaan yang tidak jelas maknanya.

6. Peruqyah melafazhkan bacaan ruqyah tapi dicampur dengan mantra syirik.

7. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga menggunakan jimat sebagai alat pengobatan.

8. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi dibolak-balik kalimatnya atau hanya komat-kamit.

9. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi juga menggunakan media lain untuk memindahkan penyakit atau meminta syarat tertentu yang tidak sesuai syari’at.

10. Peruqyah membaca bacaan ruqyah, tapi juga melakukan penerawangan dan menebak-nebak perkara yang sifatnya ghaib atau langsung memvonis ada atau tidak adanya jin pada pasien.

11. Peruqyah membaca ruqyah tapi mengaku bisa mengobati pasien dari jarak jauh.

12. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi mengaku bisa melihat jin dan menangkapnya.

13. Peruqyah membaca bacaan ruqyah seraya melakukan jurus-jurus pernapasan tenaga dalam tertentu.

14. Peruqyah membaca bacaan ruqyah tapi menggunakan mediator orang lain agar kesurupan kemudian melakukan proses pengobatan.

CIRI-CIRI PERDUKUNAN DALAM RUQYAH SYIRIK

Perdukunan telah merasuk dalam masyarakat Islam, sehingga batas antara kebenaran dan kebathilan menjadi samar. Karena banyak ilmu-ilmu perdukunan (kahanah) dikemas dengan kemasan agamis dan modernis, sehingga masyarakat Islam banyak yang tertipu oleh para dukun dan paranormal.

Sebagai contoh, banyak pasien yang menyampaikan keluhan-keluhan mereka pada tim ruqyah, setelah sekian lama menderita sakit terkena sihir dan telah berobat ke banyak orang, ada yang disebut sebagai orang pintar, paranormal, orang tua, kyai, grand master energi, ahli spiritualis. Baik yang menggunakan cara tradisonal seperti bunga kembang setaman, menyan, atau pun yang menggunakan sarana modern seperti transfer energi, kartu yang diisi energi ghoib, bahkan cara-cara yang terkesan agamis seperti membaca lafaz-lafaz berbahasa arab sesungguhnya bukanlah ikhtiyar yang dianjurkan syari’at. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian menayakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari.”

Ada sebuah fenomena dimana pada era kemajuan tekhnologi saat ini para dukun merubah jubah tradisionalnya menjadi jubah modern. Mereka kini menggunakan istilah-istilah modern dalam prilaku sesatnya. Seperti pada saat mereka meramalkan sesuatu yang akan terjadi pada masa lalu atau masa depan dengan mengistilahkannya sebagai ilmu clairvoyance. Padahal sesungguhnya tetaplah ia masuk dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai tukang ramal atau dukun walau ia menggunakan istilah-istilah modern sekali pun. Dan orang yang percaya apa yang dikatakan dukun “modern”ini (walau ia mengatakan dari hasil meditasi pembukaan chakra ajna, dari ilmu metafisik dan cara-cara bid’ah lainnya) tetaplah ia ingkar terhadap apa yang diturankan kepada Rasulullah, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakannya, maka sungguh telah ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”. Dan jika mereka dengan angkuhnya mengatakan kami bisa mengatahu hal-hal yang ghoib karena dari hasil latihan tenaga dalam atau berlatih ilmu metafisik, tetaplah mereka tertipu oleh syaithan dan seolah-olah mereka lebih baik dari Rasulullah. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak tahu hal-hal yang ghoib melainkan apa yang telah diwahyukan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman tentang hal ini di dalam surat Al-A’raf ayat 188:

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَآءَ اللهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ َلاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah:’Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui hal-hal yang ghoib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.’”

Harus kita ketahui bersama bahwa hakikat keghoiban hanya milik Allah semata dan hanya diberitakan sesuatau yang ghoib itu kepada Rasul yang diridoi-Nya.

Di dalam surat Allah menyatakan dalam firmannya:

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا(26)إِلاَّ مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا(27)

”(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghoib itu itu kecuali kepada Rasul yang diridoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjagaan (malaikat) di hadapan dan dibelakangnya.”(Al-jin ayat 26-27)

Adapun ciri-ciri perdukunan (Kahanah) dan peramalan (‘Iraafah) yang banyak dilakukan oleh orang-orang yang melakukan terapi ruqyah syirik dan mengaku punya ilmu ghoib atau ilmu metafisika adalah sebagai berikut:

1. Mensakralkan mantra-mantra selain kalimat-kalimat Allah dengan bahasa Arab atau yang lainnya dengan syarat-syarat tertentu sebagai taqarrub kepada thaghut yang disembah dan dimintai pertolongan. Misalnya : sesaji, penyembelihan binatang, puasa mutih, puasa ngebleng, puasa pati geni dan sebagainya.

2. Menghinakan Al Qur’an atau kalimah thayyibah dengan membacanya dari belakang, menguranginya, menambahnya, mengubahnya atau membacanya di tempat najis dengan telanjang.

3. Ada lafal-lafal yang tidak jelas maknanya, atau tidak hubungannya satu sama lainnya.

4. Ada nama-nama thaghut yang diagungkan, atau nama-nama syaithan yang dijadikan wasilah kepada Allah.

5. Dengan membayangkan simbol-simbol tertentu atau dibarengi dengan gerakan tertentu.

6. Dengan membayangkan seolah-olah melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Misalnya : membaca satu ayat dari surat Yusuf dengan hitungan tertentu untuk melakukan sihir mahabbah kepada seorang gadis cantik, agar bisa jadi pacarnya. Maka ia saat membaca Lii saajidiin, ia membayangkan gadis itu tunduk kepadanya.

7. Ada permohonan kepada selain Allah untuk menyelesaikan hajatnya, atau untuk membentengi dirinya, atau untuk menolak serangan sihir.

8. Mengirimkan Al Fatihah kepada orang mati dengan keyakinan arwahnya akan datang kepadanya, kemudian arwah itu dimintai tolong untuk membantu urusannya.

9. Ada juga dengan cara menulis mantra-mantra di kertas kemudian itu dibakar, abunya dimasukkan ke dalam segelas air untuk diminum.

10. Ada juga dengan menulis mantra-mantra syirik kemudian dijadikan azimat yang diyakini untuk penangkal bala’ atau untuk mendatangkan manfaat.

11. Bertanya namanya, nama ayahnya dan nama ibunya untuk dimanterai.

12. Meminta salah satu benda penderita (foto, kain, saputangan, peci, baju, dan sebagainya) sebagai syarat ritual atau deteksi.

13. Terkadang minta binatang dengan sifat tertentu (ayam cemani, burung pelatuk bawang dan lain sebagainya), atau media lain seperti bunga kantil, minyak ponibalsawa atau zakfaron, daun sirih ketemu ruas, buah apel jin, tanah dari rumah penderita, tanah kuburan, air sumur kramat, slametan dan sebagainya.

14. Menulis jimat-jimat tertentu (rajah), menggambar segi empat yang didalamnya ditulisi huruf dan angka, dan sebagainya.

15. Membaca mantera-mantera yang tidak difahami, potongan ayat Al-Qur'an yang dipisah-pisah dan sebagainya.

16. Kadang-kadang menyuruh penderita menyepi tidak terkena sinar matahari.

17. Kadang-kadang tidak boleh menyentuh air pada masa-masa tertentu, atau mandi tengah malam.

18. Memberi benda-benda yang harus ditanam di tanah, ditempel di atas pintu, sikep, susuk, keris, akik, cincin besi,'air sakti', telur, 'sabuk perlindungan', benang untuk ditalikan di tubuh dan sebagainya atau memberikan batu kristal yang dikatakan sebagai media penarikan dan penyaluran energi.

19. Menyuruh penderita beribadah dan berwirid bid'ah (contoh: puasa mutih, bertapa atau meditasi, konsentrasi pada foto seseorang, istighosah , tahlilan, wirid sampai ribuan kali, ziarah kubur wali dengan meminta syafaat didalamnya dan lain sebagainya).

20. Terkadang sudah tahu duluan masalahnya, nama dan tempat asalnya. Dia juga bisa melihat ada jin di dalam diri seseorang.

21. Terkadang punya kamar khusus di rumahnya yang tidak boleh dimasuki orang lain.

22. Ada pantangan terhadap dirinya dan penderita terhadap hari atau tanggal tertentu (tahayyur).

23. Menulis ayat Al-Qur'an dengan sungsang, dari kiri atau dengan darah (haid) atau sesuatu yang najis.

24. Kebanyakan suram wajahnya, kebanyakan merokok, membakar kemenyan, sulit untuk tawadhu.

25. Suka mendeteksi penyakit dengan mengistilahkan dengan kepekaan tangan, memakai pendulum, transfer energi dan lain sebagainya.

26. Menggunakan ritual sihirnya dengan istilah “pembukaan”, shaktivat, inisiasi, attunement, pengisian, pembersihan dan pembukaan aura, pembuangan energi negatif, pembersihan karma negatif dan lain sebagainya.

27. Melakukan ritual atau prilaku aneh dalam pelaksanaan hajadnya seperti menggerakkan tangan seolah-olah menulis, menangkap atau menolak sesuatu, menyedot atau mengeluarkan napas dengan keras dengan mengejangkan salah satu anggota tubuhnya (biasa dilakukan oleh mereka yang belajar senam pernapasan tenaga dalam).

28. Memegang bagian-bagian tubuh pasien yang bukan muhrimnya secara langsung (bersentuhan kulit) dalam prosesi pengobatan.

29. Memberikan wejangan-wejangan yang bertentangan dengan ajaran Islam

CONTOH GAMBAR IKLAN RUQYAH SYIRIK

1. RUQYAH SYIRIK PADEPOKAN BHAKTI NUSANTARA

Lihatlah iklan Ruqyah Padepokan Bhakti Nusantara, Sang Guru mencampur adukkan ruqyah dengan ilmu metafisika seperti reiki, meditasi, pembukaan indra ke enam/mata ke tiga, pengasihan dan lain-lain.

(klik gambar untuk memperbesar)

2. RUQYAH SYIRIK PADEPOKAN WALISONGO

(klik gambar untuk memperbesar)

Terapi ruqyah fersi padepokan Walisongo ini sangat aneh, pembaca bisa melihat iklannya yang membagi ruqyah kedalam banyak fersi dan tingkatan seperti :

1. Terapi Ruqyah I (tilawah.membaca Al_Qur’an)

2. Terapi Ruqyah II (tirta husada)

3. Terapi ruqyah III (pemijatan).

4. Terapi Ruqyah IV (telur Rebus).

5. Terapi Ruqyah V (Gembolo Banyu)

6. Terapi ruqyah VI (telehusada “pengobatan jarak jauh)

7. Terapi Ruqyah VII (Swahusada/dri sendiri)

8. Terapi Ruqyah VIII (Menetralisir rumah/pekarangan/ tempat usaha dari gangguan sihir). Ruqyah ala padepokan walisongo ini sangat menyimpang sebab mencampur adukkan ruqyah yang murni menggunakan bacaan ayat suci Al-Qur’an dengan ilmu klenik/perdukunan dan apa hubunganya ruqyah dengan telor rebus ??????

3. RUQYAH SYIRIK PEDEPOKAN KUMBANG MALAM.

(klik gambar untuk memperbesar)

Ruqyah padepokan Kumbang malam ini benar-benar sesat sebab jika terapi ruqyah syar’iyyah mengeluarkan jin dalam tubuh tetapi ruqyah mereka malah memasukkan jin kedalam tubuh seseorang. Coba lihat tulisan KELEBIHAN RUQYAH PADEPOKAN KUMBANG MALAM, tertulis disana jin bisa dimasukkan kedalam tubuh salah satu anggota keluarga/anak yang siap. Tujuan memasukkan jin dari terapi ruqyah syirik ala Pedepokan ini tidak lain khodam jin dari penerapi masuk untuk mengusir jin yang ada dalam tubuh pasiennya. Praktek semacam inilah yang sering memfitnah klinik ruqyah syar’iyyah dengan mengatakan ruqyah syar’iyyah memasukkan jin padahal praktek tersebut adalah praktek ruqyah syirik.

Selain itu ciri khas yang PASTI ditemui dari ruqyah syirik, mereka selalu mencampur adukkan ruqyah dengan ilmu kesaktian/metafisika. Seperti bisa dilihat pada iklan diatas, Padepokan Kumbang malam mengajarkan juga reiki, tenaga dalam, ruwatan dan ruqyah satu paket dalam keilmuan mereka.

3. RUQYAH SYIRIK MA’HAD QOLBUN SALIM

Tidak semua pesantren bersih dari ilmu sihir dan praktek kesyirikan, contohnya iklan Ma’had Qolbun Salim. Selain membuka praktek ruqyah ma’had ini juga membuka praktek pengobatan dengan ilmu metafisika seperti reiki, prana dan semacamnya. Sungguh ironis, banyak masyarakat yang ketika mendapatkan efek negatif dari praktek ruqyah menyimpang yang dilakukan oknum kyai mengakibatkan praktek ruqyah syar’i terkena getahnya, padahal ciri khas praktek ruqyah syar’i TIDAK pernah menggabungkan pengobatan ruqyah dengan ilmu ghoib/supranatural/metafisika dan TIDAK memakai bantuan jin dalam pengobatan ruqyah.

Dari beberapa contoh ruqyah syirik diatas, saya harap umat muslim hati-hati dengan pengobatan ruqyah, sebab sekarang ini sangat menjamur pengobatan ruqyah yang jika kita tidak hati-hati dapat salah memilih klinik ruqyah. Alih-alih sembuh dari penyakit malah akan malah menambah jin dalam tubuh dan penyakitnya tambah parah.WASPADALAH.....WASPADALAH

KLINIK RUQYAH YANG SYAR’I

Insya Allah saya akan meneliti, mengkaji dan akan mengumpulkan klinik ruqyah yang benar-benar syari’i dari seluruh Indonesia, hingga jika ada dari masyarakat yang akan ikhtiar berobat dengan pengobatan islami tidak akan salah memilih tempat, dan saya juga akan memberikan alamat dimana saja tempat kursus keilmuan ruqyah yang benar-benar kradibel mengajarkan ruqyah syang syar’i. Semoga Allah memberikan kekuatan pada diri saya untuk meneliti, mengkaji dan menginfentarisirnya.


sumber: http://ruqyah-online.blogspot.com

REINKARNASI MENURUT ISLAM

BismiLLAHiRahmaniRahim

Assalamu’laikum WrWb.

Keif halk ya akhi.. alUstadz Sigit…mohon maaf sebelumnya .. es… ini ada link coba tolong dibuka..

http://sabdalangit.wordpress.com/pengalaman-gaib/reinkarnasi-atau-hukuman-tuhan/comment-page-2/#comment-5146

disitu ada beberapa pendapat berat yg sungguh sangattt mungkin membutuhkan ide2 dr panjenengan yaa al Ustadz… please put your idea there, coz I am alone and dont have enough time and facility to reply them sooner as possible for their question and idea…

because, I believe that you have excelent educational back ground about this case…

Syukran katsiran.. Wassalam WrWb..

1brother1


Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Reinkarnasi adalah bahwa ruh pada jasad seseorang yang sudah meninggal berpindah ke jasad yang lainnya baik dia akan merasakan kebahagiaan didalam jasad tersebut ataukah kesengsaraan didalamnya tergantung dari amal-amal yang telah dilakukannya. Ia adalah perpindahan dari jasad yang satu ke jasad lainnya. Ini adalah perkataan paling batil dan kekufuran terhadap Allah, kitab-kitab dan Rasul-rasul-Nya.

Sesungguhnya keimanan dengan akherat, hisab (perhitungan), surga dan neraka adalah diantara hal-hal yang diinformasikan melalui kedatangan para Rasul dan yang dicakup oleh kitab-kitab-Nya yang diturunkan dan perkataan tentang reinkarnasi ini merupakan pendustaan terhadap itu semua.
Tafsir islami terhadap perkaran akherat sudah jelas didalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah saw, diantaranya firman Allah swt :
Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al Ankabut : 57)

إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا وَعْدَ اللّهِ حَقًّا إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ
Artinya : “Hanya kepada-Nyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka.’ (QS. Yunus : 4)

يَوْمَ نَحْشُرُ الْمُتَّقِينَ إِلَى الرَّحْمَنِ وَفْدًا ﴿٨٥﴾
وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَى جَهَنَّمَ وِرْدًا ﴿٨٦﴾
Artinya : “(ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahannam dalam Keadaan dahaga.” (QS. Maryam : 85 – 86)

لَقَدْ أَحْصَاهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا ﴿٩٤﴾
وَكُلُّهُمْ آتِيهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَرْدًا ﴿٩٥﴾
Artinya : “Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (QS. Maryam : 94 – 95)
Artinya : “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya.” (QS. An Nisaa : 87)
Artinya : “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: “Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. At Taghabun : 7)

Dan ayat-ayat muhkamat lainnya.

Sedangkan didalam hadits banyak disebutkan tentang akhirat, penegasannya maupun perincian berbagai perkarannya yang jumlahnya tidak terhitung banyaknya. Diantara sabda Rasulullah saw itu adalah,”Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang kaki, tidak berbusana dan tidak beralas kaki.” Kemudian beliau membacakan firman-Nya ;
Artinya : “Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al Anbiya : 104)

Dan orang yang pertama kali dikeluarkan dari kubur dengan pakaian (ketika meninggalnya) pada hari kiamat adalah Ibrahim.” HR. Bukhori (3100) dan Muslim (5104)

Sabda Rasulullah saw,”Sesungguhnya didalam jasad manusia terdapat sebuah tulang yang tidak dimakan bumi selamanya dan darinya akan dibentuk (kembali makhluk itu) pada hari kiamat.’ Mereka bertanya,’Tulang apakah itu wahai Rasulullah?’ beliau saw menjawab,’Ia adalah tulang ekor.” HR. Muslim (5255)

Sabdanya saw,”Pada hari kiamat, matahari akan didekatkan kepada para makhluk hingga berjarak satu mil.’ Salim bin ‘Amir—salah seorang perawi hadits—berkata,’Demi Allah aku tidaklah mengetahui apakah yang dimaksud dengan satu mil itu apakah ia ukuran jarak di bumi ataukah mil yang digunakan untuk mencelak mata.” Rasulullah saw bersabda,”Kelak manusia, keringatnya akan tergantung pada amal-amal mereka. Dari mereka ada yang berkeringat hingga kedua mata kakinya, dari mereka ada yang berkeringat hingga kedua lututnya, dari mereka ada yang berkeringat hingga pinggangnya, dari mereka ada yang ditenggelamkan oleh keringatnya sendiri.” (si perawi) mengatakan,”Rasulullah saw mengisyaratkan dengan tangannya kearah bibirnya.” HR. Muslim (5108)

Sabdanya saw,”Aku memasuki pintu surga pada hari kiamat lalu (pintu itu) terbuka dan penjaganya berkata,’Siapa anda?’ aku berkata,’Muhammad.’ Dia berkata,’karena engkau aku diperintahkan untuk tidak membukanya bagi seorangpun sebelum dirimu.” HR. Muslim (292) dan berbagai hadits lainnya.

Sehingga reinkarnasi roh-roh ini merupakan pendustaan terhadap nash-nash tersebut dan pengingkaran terhadap kebangkitan.

Didalam syariah terdapat dalil-dalil yang zhahir yang mengukuhan adzab dan nikmat kubur serta pertanyaan dua malaikat kepada roh manusia dan roh itu tidaklah berpindah kepada (jasad) yang lainnya akan tetapi yang diterima jasad itu bisa adzab ataupun kenikmatan hingga manusia dikumpulkan kepada tuhan mereka.

Imam Ibnu Hazm mengatakan,”Cukuplah bantahan terhadap mereka (yang menganggap adanya reinkarnasi) adalah ijma seluruh ahli islam yang menyatakan kekufuran mereka. Dan terhadap orang yang mengatakan dengan perkataan mereka berarti sesungguhnya itu adalah di luar islam dan Nabi saw datang dengan selain itu.” (al Milal wa al Ahwa wa an Nahl 1/166).

Keyakinan bahwa jasad akan punah dan tidak akan kembali lagi untuk merasakan nikmat atau menaggung adzab adalah jalan untuk menenggelamkan manusia kedalam syahwat, kezhaliman dan kegelapan. Inilah yang diinginkan setan dari para pengikut akidah yang rusak ini ditambah dengan tenggelamnya mereka didalam kekufuran didalam madzhab yang buruk ini. (fatawa al Islam Sual wa Jawab juz I hal 1428)

Al Lajnah ad Daimah didalam fatwanya tentang permasalahan ini menyebutkan bahwa… perpindahan roh manusia dari seorang manusia kepada yang lainnya tidaklah benar. Dasar dari itu adalah firman Allah swt :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (QS. Al A’raf : 172)

Tafsir dari ayat ini adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Malik didalam “al Muwatho’” bahwa Umar bin Khottob ditanya tentang ayat ini

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (QS. Al A’raf : 172)

Lalu Umar menjawab,’Aku mendengar Rasulullah saw pernah ditanya tentang mereka maka Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya Allah menciptakan Adam kemudian mengusap punggungnya dengan tangan kanan-Nya maka keluarlah darinya keturunannya lalu Allah berfirman,’Aku telah menciptakan mereka untuk di surga dan mengamalkan amal orang-orang surga.’ Kemudian Allah menugusap punggungnya maka keluarlah darinya keturunannya dan Allah pun berfirman,’Aku telah menciptakan mereka untuk di neraka dan mengamalkan amal orang-orang neraka.” (Imam Ahmad di “al Musnad” (311) tahqiq Ahmad Syakir. Imam Malik di “al Muwattho” (898), Abu Daud (4703), at Tirmidzi (5071), al Hakim di “al Mustadrok” (171), Ibnu Mundih di “ar Rod ala al Jahmiyah” (28)

Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa makna dari hadits ini, sungguh betul berasal dari Nabi saw dari berbagai sisi yang mengukuhkannya dari hadits Umar bin Khottob, Abdullah bin Mas’ud, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairoh dan yang lainnya.

Ijma Ahlus Sunnah wal Jama’ah menyebutkan bahwa perkataan perpindahan roh dari satu jasad ke jasad lainnya adalah perkataan orang-orang pendukung reinkarnasi dan mereka adalah orang yang paling kufur dan perkataan mereka itu adalah yang paling batil. (al Lajnah ad Daimah Li al Buhuts al Ilmiyah wa al Ifta juz IV hal 64)

Tidak mungkin roh manusia bertemu dengan roh hewan atau salah satunya berpindah ke yang lainnya, ini yang disebut dengan reinkarnasi roh yang tidak dibenarkan akal dan tidak diterima oleh syariat.

Ahli Ilmu menyebutkan bahwa perkataan seperti itu adalah perkataan kufur keluar dari agama. Khalil Ibnu Ishaq al Maliki didalam “Mukhtashar” nya mengatakan—tentang segala sesuatu yang menjadikannya dihukum dengan kufur dan murtad—atau tetang reinkarnasi roh.. dia menjelaskannya,”Yaitu perpindahannya didalam diri manusia atau lainnya. Dan bahwa sengsara atau bahagianya tergantung pada kebersihan dan keburukannya. Jika jiwanya jahat maka dirinya akan berbentuk seperti keburukannya itu, ia bisa berbentuk anjing, babi atau lainnya.

Jika dirinya telah menyelesaikan hukuman dari keburukannya itu maka ia akan berpindah dari seekor kera kepada kera yang lainnya. Akan tetapi jika dirinya belum menyelesaikannya maka ia akan berindah ke bentuk yang lebih buruk lagi hingga dirinya menyelesaikan hukumannya itu. Sedangkan jika jiwanya baik maka ia akan berubah bentuk kepada yang lebih tinggi (baik).”

Tujuan dari reinkarnasi ini adalah menafikan hari perhitungan (hisab), surga dan neraka… dan didalam keyakinan ini tampaklah pendustaan terhadap nash-nash wahyu dan ijma kaum muslimin.
Jadi tidak dibenarkan menurut syariat dan juga akal perkataan bahwa ruh manusia berpindah ke tubuh hewan atau yang lainnya. (Markaz al Fatwa no. 36533)

Wallahu A’lam


sumber: http://metafisis.wordpress.com

BAHAYA HIPNOTISME

Tren baru zaman ini

Pada zaman yang penuh dengan tekanan dan ketegangan ini, banyak orang mencari berbagai macam cara untuk mengatasi tekanan dan ketegangan mereka. Ketika muncul sebuah cara yang mengklaim sebagai cara aman, cara tersebut akan diserbu oleh masyarakat. Salah satu hal yang dianggap sebagai solusi masalah hidup adalah hipnotis.

Saat ini, hipnotis menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan untuk mengatasi persoalan-persoalan hidup orang kota. Para ahli hipnotis sendiri mengklaim bahwa hipnotis dapat menolong mereka yang ingin kurus, yang ingin berhenti merokok, yang depresi, dan yang terikat oleh narkoba. Hipnotis juga dipakai untuk menghilangkan rasa takut, membangkitkan rasa percaya diri. Jangankan orang awam, beberapa dokter gigi juga memakai hipnotis agar pasien mereka tenang menjalani pengobatan gigi.

Hipnotis dianggap sebagai cara yang aman dan ilmiah dalam menolong masalah-masalah hidup manusia karena hipnotis memakai teknik sugesti. Pasien akan disugesti dan dibawa dalam hipnosis. Dalam kondisi ini, pasien akan diberikan sugesti-sugesti untuk mengatasi persoalan mereka. Misalnya, mereka akan disugesti bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan, atau disugesti bahwa mereka tidak suka makan banyak. Setelah sugesti itu, pasien tidak akan menyukai rokok dan tidak suka makan banyak. Ini akan menolong pasien untuk berhenti merokok dan menjalani diet agar kurus. Hipnotis juga dapat dipelajari secara pribadi dengan melatih konsentrasi dan sugesti diri, yang ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengatasi rasa takut, dan mengatasi persoalan-persoalan dosa yang mengikat manusia.

Banyak orang yang juga ikut-ikutan mempelajari hipnotis dan memberi diri dihipnotis untuk mengatasi persoalan-persoalan mereka. Ada juga yang masih ragu-ragu, apakah boleh dihipnotis dan mempelajari hipnotis untuk mengatasi persoalan kita?

Bahaya hipnotis

Walaupun ahli hipnotis membungkus hipnotis sebagai sesuatu yang ilmiah, namun hipnotis bertentangan dengan islam. Hipnotis bertentangan dengan iman islam karena tidak sesuai dengan nilai-nilai islam dalam mengatasi persoalan dan karena hipnotis mengandung sejumlah bahaya. Ada beberapa bahaya mempelajari hipnotis maupun dihipnotis.

  1. Hipnotis dapat membuka pikiran untuk memercayai apa saja, termasuk dusta. Seorang yang terhipnotis dapat disugestikan sebuah kebohongan dan dia akan memegang kebohongan itu sebagai sebuah kebenaran. Sugesti yang diberikan bukanlah kebenaran atau fakta mengenai keadaan pasien. Pasien yang memang suka rokok disugesti bahwa dirinya tidak suka rokok. Pasien yang memang penakut disugesti bahwa dirinya berani. Akhirnya dalam pikiran pasien terdapat fantasi hasil sugesti dan setelah dihipnotis, pasien tidak bisa membedakan antara fantasi dan kenyataan.
  2. Hipnotis membuka “pintu hati” atau “pintu pikiran” kita kepada serangan kuasa kegelapan. Dalam hipnotis, bukan hanya ahli hipnotis yang akan mengubah sikap dan tingkah laku kita, tetapi Iblis pun mau mengubah diri kita sesuai dengan keinginannya. Dengan memberikan diri dihipnotis, kita berada dalam keadaan emosi yang tidak stabil, tidak aman, dan akan memberikan kesempatan kepada Iblis untuk menguasai diri kita. Hipnotis memberikan kemungkinan kerasukan setan (“The Dangers of Hypnosis”, 1963: 83).
  3. Hipnotis bukanlah sains, melainkan merupakan bagian integral dari okultisme selama ribuan tahun (“Hypnosis: Medical, Scientific, or Occultic?”, 87]. Banyak teknik yang digunakan dalam hipnotis mirip dengan sistem mistik dan okultisme. Profesor psikiater, Thomas Szasz mengatakan bahwa hipnotis adalah “ilmu pengetahuan gadungan” (“The Myth of Psychotherapy”, 1978: 185-186]. Yoga, Zen, dan metode penyembuhan timur memiliki kesamaan mendasar dengan hipnotis dalam banyak aspek (“Hypnosis and Behavior Modification”: Imagery Conditioning, 1976: 412). Dan hal yang perlu diketahui mengenai yoga, tujuan utamanya adalah wihdatul wujud (kesatuan dengan Allah)
  4. Hipnotis adalah pelanggaran terhadap hak Allah. Tidak seorang pun yang memiliki hak untuk menguasai pikiran dan kehendak seseorang. Hanya Allah dan orang itu sendiri yang memiliki hak untuk menguasai pikiran dan kehendaknya.

Kepustakaan:
Brown, David L. 1963. “The Dangers of Hypnosis”, mengutip dari Many Lives, Many Loves by Gina Cerminara; Wm Morrow and Company.
Deidre, Martin and Bobgan. “Hypnosis: Medical, Scientific, or Occultic?” California:EastGate Publishers.
Provonsha, Jack W. “Jack Mind Manipulation: A Christian Ethical Analysis”, dalam http://www.ilu.edu/ilu/bioethics.
Szasz, Thomas. 1978. “The Myth of Psychotherapy”. Garden City: Anchor Press/Doubleday.
William, Kroger and Frezler. 1976. “Hypnosis and Behavior Modification:Imagery Conditioning”. Philadelphia: J. B. Lippincott Co..

sumber:http://metafisis.wordpress.com

Bacaan Al-Qur’an Sembuhkan Ribuan Pasien


warnaislam.com — Ribuan pasien telah berhasil disembuhkan hanya dengan bacaan Al Qur’an di sebuah klinik gratis di kota Grozny, bunyi sebuah pernyataan dari website presiden Chechnya pada hari Rabu.

“Sejak hari pembukaan, Pusat Pengobatan Islam itu telah menerima lebih dari 60.000 pasien. Mayoritas dari mereka yang pernah datang telah sembuh dari penyakitnya. Klinik ini membantu mereka untuk sembuh dengan cara yang non-tradisional, yaitu dengan membaca kitab suci Al Qur’an,” ujar pernyataan tersebut.

Presiden Ramzan Kadyrov ikut serta dalam perayaan pada hari Selasa untuk menandai ulang tahun pertama Pusat Pengobatan tersebut. Ia menganugerahkan Medali Akhmad Kadyrov, yang merupakan bintang jasa tertinggi di Republik Chechnya, kepada Daud Selmurzayev, kepala Islamic Center.

Selmurzayev pun berterima kasih pada Kadyrov karena memberinya kesempatan untuk membangun Pusat Pengobatan Islam tersebut.

Setelah itu, ia memberikan sebuah gambar dengan tulisan Allah dari batu permata kepada Ramzan Kadyrov atas nama seluruh karyawan Pusat Pengobatam.

Pusat Pengobatan itu telah memiliki popularitas yang sangat luas sejak hari pertama beroperasi, ujar Kadyrov.

“Pusat Pengobatan ini telah sangat populer tidak hanya di antara penduduk negara ini, tapi juga kaum Muslim dari wilayah Rusia lainnya dan negara-negara CIS,” ujar Kadyrov.

Selain Presiden Kadyrov, nama-nama lain yang juga hadir dalam peringatan itu adalah Menteri Kesehatan Shakhid Akhmadov, Walikota Grozny Muslim Khuchiev, dan Imam Masjid pusat Adam Shakhidov.

Dalam sejarah medis, pengobatan Islam atau Arab merujuk pada pengobatan yang dikembangkan dalam peradaban Islam pertengahan dan ditulis dalam bahasa Arab. Terjemahan latin dari kinerja medis Arab memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan kedokteran modern.

Dalam tradisi Islam, akar pengobatan Islam dapat ditelusuri kembali ke masa Nabi Muhammad, dengan sejumlah hadist mengenai pengobatan. Beberapa sahabat disebutkan telah berhasil mengobati penyakit-penyakit tertentu dengan mengikuti saran medis dari Nabi. Ketiga metode penyembuhan yang terkenal pernah disebutkan olehnya adalah madu, bekam, dan kauterisasi (membakar bagian tubuh untuk menghilangkan jaringan yang sakit), meskipun Nabi secara umum menentang kauterisasi kecuali memang sesuai untuk penyakit yang ditangani. Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, Nabi Muhammad tidak menyukai metode kauterisasi karena menimbulkan rasa sakit dan berbahaya bagi pasien.

Meskipun diakui oleh ahli-ahli medis sebelumnya seperti Imhotep, Hippocrates, dan Galen, Nabi Muhammad tampaknya menjadi yang pertama tercatat menyatakan secara langsung bahwa setiap penyakit memiliki obat, menurut beberapa hadist Bukhari, Sunan Abi Dawood, dan Al Muwatta, yang menyebutkan bahwa Nabi berkata, “Tidak ada penyakit yang diciptakan Allah, kecuali telah Ia ciptakan pula penawarnya.”

Keyakinan bahwa ada obat untuk setiap penyakit mendorong kaum Muslim di masa lalu tersebut untuk terlibat dalam penelitian biomedis dan mencari obat untuk setiap penyakit yang mereka ketahui. Banyak penulis awal ilmu medis Islam yang merupakan ulama dan bukan dokter, dan terkenal telah membuka praktik medis tradisional di masa Nabi, seperti yang disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadist. (rin/rn/ct/wp/sm).*

penulis :
ASM. Romli

Bagaimanakah hukumnya hipnotisme? (Sudut Pandang Psikologi Islami)


Pertama, dari sudut bahasa yang digunakan mengindikasikan adanya ”keyakinan (qanaat), standar (maqayis) dan pemahaman (mafahim) dari luar Islam”. Kata ”Hipno” adalah dinisbatkan pada Dewa Tidur bangsa Yunani Kuno” yang berarti suatu simbolik kemusyrikan dari tuhan-tuhan yang diada-adakan. Meskipun kata ”hipno” sekarang ini sudah tidak sepenuhnya menjadi nama identitas Dewa, melainkan sekedar nama umum, tetapi istilah ini sudah menjadi khas berasal dari peradaban musyrik.

Penggunaan istilah tidak sepenuhnya bebas digunakan terutama bila indikasi kuat bahwa istilah tersebut mengandung makna yang merusak akidah dan syariah Islam. Seperti kita gunakan istilah ”metoda Kristus” untuk menamakan suatu metoda pengakuan kesalahan bagi klien; metoda Gautama untuk menamakan aktivitas seperti hening, konsentrasi ala yoga. Demikian pula halnya kata-kata lain. Seringkali untuk menghindari resistensi orang-orang muslim untuk mengadopsi metoda-metoda tersebut, para penjaja ”dagangan”nya mengatakan dengan dalih, ”Metoda ini sekedar metoda yang tidak ada hubungannya dengan agama tertentu. Metoda ini netral, lintas budaya, agama dan dapat dipelajari oleh penganut agama apa saja”.

Jadi alangkah bijaknya jika hanya untuk menamai suatu aktivitas ”memotivasi diri, mensugesti diri, mempengaruhi orang lain pada hal-hal yang positif” kita tidak perlu menggunakan istilah asing yang menganung muatan ”keyakinan, standar dan pemahaman” yang melekat kuat pada suatu ajaran, agama tertentu di luar Islam. Dengan lain kata, kita tidak cukup sekedar ”memberi makna baru” dengan tetap menggunakan kata yang sama, melainkan kita harus terbiasa menempatkan suatu makna dalam konteksnya secara utuh.

Kedua, Jika melihat hipnosa melalui proses saintifik, sebenarnya tidak ada unsur magis, sihir, gendam, tenaga dalam atau menggunakan jin. Adapun unsur yang dihukumi haram adalah karena:

(1) hipnosa dimaksudkan membuat seseorang berada di luar kesadaran atau menajdi tidak sadar atas apa yang dilakukannya. Hal ini hukumnya haram, bila di-qiyas-kan dengan hukum khamr sebagaimana sabda Nabi Saw.:

”Segala sesuatu yang memabukkan (muskirin) adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram” (HR. Muslim dari Ibn Umar r.a).

Ketika seseorang dihipnosa jelas ia dalam keadaan tidak sadar, ia tidak dapat mengendalikan dirinya dan perbuatannya. Dan kesediaan dihipnosa berarti ia rela untuk kehilangan kesadarannya. Hal inilah yang menjadikan perbuatan setuju dihipnosa adalah haram apalagi sampai dihipnosa.

(2) hipnosa seringkali dimaksudkan untuk memberi perintah (sugesti) yang berada di bawah kesadarannya, bahkan tidak sadar. Kondisi ini sama dengan seseorang yang sedang tidur, mimpi atau pingsan. Maka hukum perintah, sugesti, nasehat, ataupun larangan dalam kondisi terhipnosa hukumnya adalah ”terpaksa”. Suyet dalam keadaan tidak sadar tidak boleh diberi ”taklif” (beban kewajiban) apalagi dalam keadaan yang ia tidak dapat menggunakan akal sehat (akal sadar)-nya apakah perintah, sugesti, nasehat, ataupun larangan tersebut benar atau tidak menurut syari’at. Ketidakmampuan menyeleksi, memilih dan mengambil keputusan secara sengaja merupakan tindakan ”jahil”, padahal Allâh saja telah melarang seseorang untuk melaksanakan salat ketika seseorang ”tidak mengerti” apa yang diucapkannya.

Sementara metode atau teknik lain[1], yang jumlahnya lebih dari 50 teknik Induksi (beberapa teknik tertera dalam boks 8.1) ada yang mubah, syubhat, hingga haram.

[1] Team Nusantara Hipnotika, Buku Panduan Pelatihan Hipnotisme, tidak diterbitkan, khusus kalangan peserta pelatihan, Jakarta, 2005. Makalah ini sengaja dijadikan rujukan karena mereka melalui media massa telah mempromosikan latihan metoda hipnotisme kepada publik, hal ini menggambarkan metoda yang sering dipergunakan di kalngan hipnotiser di Indonesia. Dari 12 tempat kursus hionitisme di 4 kota (Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya) hampir semua kursus hipnotis dengan berbagai variannya seperti hipnoterapi, hipnotis untuk kecantikan, hipnotis untuk klangsingan semuanya memiliki kemiripan metoda)

yadi purwanto


sumber: http://metafisis.wordpress.com